Senin, 20 April 2015
Rabu, 01 April 2015
Sepenggal Kisahku dan Langit Malam Hari

Memandang langit malam hari menjadi kebiasaanku ketika aku
merasa lelah dengan semua pikiran yang berputar-putar dikepala. Memandang
langit malam hari membuat ku merasa
nyaman, damai dan sangat tenang.
Entah kenapa aku senang memandang langit malam
hari.
Seperti ada angin penuh kesejukan yang seakan menerobos
semua isi kepalaku, dan membakar pikiran-pikiran itu sejenak. Lukisan yang
begitu mempesona setiap mata yang memandang, rembulan dan bintang yang menjadi
penghuninya.
Memandang langit malam hari membuat ku berkhayal
setinggi-tingginya akan kehidupan yang sangat damai. Tanpa hiruk pikuk keluh
kesah, asa dan masalah yang bertubi-tubi. Aku lebih suka bercerita dengan
langit malam hari, seakan dia dia adalah teman yang tanpa bicara tapi mampu
membuatku merasa nyaman. Tanpa harus ku utarakan semua keluh kesah, gundah
gulanaku.
Inilah sepenggal kisah ku dengan langit malam hari,,
Rabu, 14 Januari 2015
Membisu, terpaku dan kaku
Apakah kau karang, yang harus terkena ombak supaya terkikis?
Apakah kau gedung-gedung pencakar langit, yang harus terkena
gempa hanya untuk bergetar?
Apakah kau handphone yang harus ditelfon supaya berdering?
Apakah kau es yang harus terkena panas supaya meleleh?
Ooooh
Aku tak mengerti dengan semua ini,
Hatimu adalah bongkahan es kutub utara
Sikapmu adalah suhu dibawah nol derajat
Apalagi senyumanmu, senyuman tahun kabisat
hahhhh
Aku bertambah bingung
Tak mengerti dengan diriku ini
Ingin sekali ku maki diriku ini
Mengapa ku mengagumi mu?
Aku bertambah bingung
Tak mengerti dengan diriku ini
Ingin sekali ku maki diriku ini
Mengapa ku mengagumi mu?
Langganan:
Postingan (Atom)

